Life is Journey

Kalau Hidup itu Mudah, Dimana Keseruan Petualangannya?

IMAGINATION

"imagination is more important than knowledge" Einstein

Sherlock Holmes

When you have eliminated the impossible whatever remains however improbable must be the truth.

Dr. Seuss

Think left and think right and think low and think high. oh, the things you can think up if only you try.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 29 April 2014

Rumor vs Gossip: Apa Sih Bedanya Rumor dan Gosip? (1)

Dudung : eh, tahu nggak kalo si Dadang kemaren makan katanya cerai.
Diding : Eh yang bener? cuman rumor kali. Lagian Dadang kan jomblo sejak lahir, dia mau cerai sama sopo?
Dudung : Oh iya, ya..
Dedeng : ah, kalian itu. sudah ngomongin orang, salah pula. yang kayak gitu itu namanya gosip, bukan rumor.
Diding : Emang apa bedanya gosip sama rumor?
Dedeng : ini nih bedanya......

Nah, dari percakapan absurd antara Diding, Dudung, dan Dedeng tadi sudah jelas kali ini saya akan bahas apa'an. Saya akan bahas tentang perbedaan antara gosip dan rumor. jadi, kalo ada yang berharap tentang hubungannya si Dadang, silahkan cabut dari blog ini. huahahaha

Mari kita mulai dengan rumor. Kalau menurut KBBI, rumor itu "gunjingan".sedangkan gosip "obrolan tt orang-orang lain; cerita negatif tt seseorang; pergunjingan". Jika kita lihat dari KBBI, nampaknya memang tidak jauh berbeda. tapi saya masih belum puas. akhirnya jawabannya saya temukan di buku "Rumor Psychology: Social and Organizational Approaches" karangan Nicholas DiFonzo dan Prashant Bordia.

Menurut mereka ada perbedaan antara Rumor, Gossip dan Urban Legend (saya tidak tahu bahasa indonesianya Urban Legend, tolong dibantu yak). 

"Gossip is evaluative social talks about individuals usually not present that arises in the context of social network formation, change, and maintenance - that is in the context of building group society."

Gosip senantiasa dikaitkan dengan hubungan sosial, isinya berupa tentang penilaian kehidupan pribadi seseorang. Sifat dari gosip sebenarnya untuk menghibur, menyebarkan informasi sosial tentang seseorang. jadi, bisa bener bisa salah. contohnya tentang Dadang di awal tulisan ini. itu namanya gosip. Tolong kelakuan Dudung dan Diding yang suka bergosip itu jangan ditiru ya good people.

Sementara itu, rumor punya arti tersendiri. ini nih artinya...

"Rumors are an enduring feature of social and organizational landscapes. They attack attention, evoke emotions, incite involvement, affect attitudes and action - and they are ubiquitous"
"a rumor is an unverified bit of information about something of importance to a group. It is like news in every way except that it is not verified,"

 Ada beberapa keywords yang bisa kita pahami dari definisi di atas. Rumor akan selalu identik dengan informasi yang belum diverifikasi, sifatnya menyerang dan memanfaatkan situasi masyarakat. biasanya sih rumor itu ambigu, namun membuat orang mengartikannya sesuai dengan tujuan pembuat rumor. Jadi, seolah-olah informasi yang diberikan itu nyata.

Rumor ini bisa jadi ancaman tersendiri bagi suatu organisasi ataupun perusahaan. untuk itu, kita harus cari tahu dulu bagaimana rumor bisa menyebar dan pengelolaan rumor agar tidak menjadi ancaman bagi organisasi atau perusahaan. Tunggu ulasan berikutnya ya.

Senin, 17 Februari 2014

Have you ever....


Sebuah percakapan dalam cerita pendek “Have You Ever”

Darma : “Howie, just do what you have to do. Take my bike and go up there, or walk, whatever, but do something.”
Howard : “What if it’s just a big, cosmic joke?”
Darma : “Then… laugh!”

Percakapan itu merupakan salah satu dialog favorit dalam cerpen Have You Ever di buku Madre, Kumpulan Cerita racikan Dewi Lestari.
Saat membaca bagian itu, seringkali membuatku menertawakan diri sendiri. Kebodohan akan rasa takut untuk mencapai kebutuhan hidup yang menyamar menjadi rasa penasaran. Terkadang kita berpura-pura tidak perlu menjawab rasa penasaran itu. Menenangkan tapi menenggelamkan.
Ketakutan pada “kecewa” yang bisa saja muncul kapan saja, seringkali menjadi penghambat. Tapi, saat kita menemui rasa kecewa, seperti kata Darma, kita hanya perlu tertawa.

“Hidup telah menunjukkan dengan caranya sendiri bahwa aku senantiasa dipandu. Tak perlu tahu ke mana ini semua berakhir. Bagiku, itulah keajaiban yang kucari, yang dihidangkan semesta bagiku, dan kulahap habis pada satu petang di titik paling timur Benua Australia. Jiwaku kenyang sudah.” Have You Ever – Dee

/"what if it's just a big cosmic joke?" / "Then... laugh!"/

Senin, 30 September 2013

Tips Asik untuk yang Bekerja tapi Tidak Sesuai Harapan

Hidup memang selamanya tidak sesuai dengan keinginan kita, ada kalanya ada impian kita yang belum dapat kita raih. contohnya saja saat kita bekerja. Kita bisa saja terdampar pada suatu kantor yang sebenarnya tidak kita inginkan. Kesesatan itu kadang suka bikin kita resah, nggak fokus, dan banyak hal lain yang membuat kita terusik (pengalaman pribadi nih, hahahaha)
untuk itu, ini ada beberapa tips dan trik untuk tetap bisa fokus kerja di kantor yang tidak kita inginkan.

1. Bayangkan pekerjaanmu saat ini hanya sebagai batu lompatan saja
Anggap saja pekerjaan saat ini hanya untuk pengalaman saja, kita tidak perlu dijadikan garis finish. itung itung buat nambahin pengalaman kerja di CV

2. Manfaatkan waktu sebaik baiknya untuk mencari tahu tentang pekerjaan yang kita impikan
Selama di kantor yang bukan kamu harapakan, kerjakan tugas-tugasmu sebelum masa deadline. Jadi, kita memiliki banyak waktu longgar. Waktu sisa tersebut dapat kita gunakan untuk mencari tahu tentang pekerjaan yang kita inginkan, atau untuk mengerjakan hobi kamu

3. Berteman baik dengan rekan kerja
Teman kerja merupakan lingkungan terdekat kita selama di kantor, jika pekerjaan kita kurang membahagiakan, paling tidak melalui candaan dengan rekan kerja di kantor dapat menyegarkan pikiran kita. 

4. Cari pekerjaan lain
kalau memang sudah tidak bisa, buat apa bertahan. mari mencari pekerjaan baru yang sesuai dengan passion-mu.



itu saja tips dan trik yang dapat kita gunakan saat kita memiliki pekerjaan lain. punya tips dan trik lainnya? silakan berbagi melalui komentar ya.

Jumat, 05 April 2013

100 Cara Gokil Menghukum Koruptor

Jaman sekarang, siapa yang nggak pernah denger tentang koruptor? mulai anak-anak, sampai orang dewasa dengan berbagai profesi pun pernah mendengar isu korupsi. Tindakan korupsi yang merugikan tersebut sudah selayaknya mendapatkan hukuman yang layak. Eko S. Bimantoro dan 100 Kawan memiliki cara sendiri untuk menghukum koruptor dalam 100 Cara Gokil Menghukum Koruptor. Berikut ini merupakan review dari komik strip dan kartunnya seperti yang sudah saya janjikan dulu pada artikel 100 Peristiwa yang Bisa Menimpa Anda.



Komik Strip ini berawal dari pertanyaan Eko pada sebuah jejaring sosial, "menurutmu, bagaimana cara menghukum koruptor?" dan banyak jawaban-jawaban yang mengejutkan tanpa diduga sebelumnya. oleh karena itu Eko memilih 100 ide gokil yang masuk akal, inovatif, imajinatif dan unik.

Ini nih, beberapa bocoran ide gokil yang ada di buku:

  • "koruptor itu makan uang rakyat kan? Ya hukumannya suruh aja makan uang dalam artian sebenarnya." Rizal Bagus, Malang
  • "Dikelitikin sejumlah uang yang dikorupsi" MG. Pringgotono, Jakarta.
  • "kasih hukuman ala film 'Saw' aja" Mervin Mahesa

Masih banyak ide-ide gokil lainnya yang diilustrasikan dalam bentuk komik strip. Jadi lebih seru kalo kamu semua baca langsung dari bukunya. Buku ini bisa menjadi salah satu cara untuk menyatakan sikap kepada koruptor dengan Melucu. 

Rabu, 03 April 2013

Keresahan Anak Manusia yang Susah Tidur.

Halo, jarang-jarang loh saya nge post jam segini. jam segini biasanya lagi nyenyak-nyenyaknya tidur, kalo kebangun dikit, pasti langsung tidur lagi. Sebenarnya sih maunya tidur kayak biasanya, Tidur nyenyak kayak gini nih:

imut banget, kan.


Tapi, harapan hanya ada di angan. Nggak tau kenapa kok susah tidur, biasanya sekalipun minum  kopi rasa-rasa atau kopi hitam tetap bisa tidur lelap. tinggal nempel bantal, ada kipas, pasti bisa langsung tidur. Kayaknya ini gara-gara rasa resah dan gusar. Jadinya kayak gini:

merem-melek-merem-melek

Setelah menelaah lebih jauh, ada banyak rasa resah dan gusar yang berkeliaran di dalam pikiran, mulai dari keinginan lanjut kuliah kriminologi yang kemungkinan nggak kesampaian, nyari kerjaan yang sesuai minat rancangan novel yang belum selesai, lomba-lomba nulis cerpen, desain alas kaki dan lain-lain yang hadiahnya bikin ngiler. (entar deh, daftar lomba yang lumayan menggiurkan tak post di blog ini. entar-entar, deh.)

Tiba-tiba saja muncul kutipan dari Patrick Star:
"hidup ini memang tidak adil, jadi biasakanlah"
dan tiba-tiba kepikiran macam-macam tentang keadilan, apa emang bener keadilan itu tidak ada, yang adil itu yang seperti apa. Apa dengan bersikap adil, orang-orang disekitar kita juga akan bersikap adil. soalnya pernah baca tulisan di sebuah gambar yang di share sama salah satu akun FB, katanya sih intinya dengan bersikap adil, belum tentu kita akan mendapatkan keadilan. (nah loh, tambah nggak bisa tidur)
Tapi ya sudahlah, yang penting kita nggak jahat sama orang lain. daripada ngelantur terus, entar malah jadi nggak bisa tidur sama sekali. padahal besok, eh nanti pagi mau balikin toga, iya toga yang buat wisuda itu, bukan tanaman obat keluarga. aku habis wisuda loh, hihihiiii

selamat malam menjelang subuh.
(nge post sambil ditemani backstreet boys dan james morrison)

*susah banget publikasikan pos ini, sinyalnya jahat. sampe sempet nambahin kalimat ini, mau langsung di close tab, tapi takutnya belum kesimpen. sia-saia dong nulisnya. #curhattambahan


Minggu, 31 Maret 2013

Madre The Movie

Hari kamis lalu (28/03/2013) ada pemutaran pertama film Madre di bioskop-bioskop di Indonesia. sebagai salah seorang penggemar semua karya Dee, tentu saya nggak akan melewatkan kesempatan buat nonton film yang diambil dari salah satu karya Dee, Madre, Kumpulan Cerita yang terbit pada tahun 2011 lalu.

Sampul Buku Madre



"Apa rasanya sejarah hidup kita berubah dalam sehari?
darah saya mendadak seperempat Tionghoa,
nenek saya ternyata tukang roti dan dia,
bersama kakek yang tidak saya kenal,
mewariskan anggota keluarga yang tidak perna saya tahu:
Madre"



Pada Film ini terdapat tokoh Tansen Wuisan (Vino G. Bastian, sumpah cakep) lelaki yang hidup bebas tanpa ikatan sebagai peselancar di Bali, dan Mei (Laura Basuki), Wanita karir yang berbicara cepat, bergerak cepat, dan overdosis kafein. 
Cerita ini secara garis besar tentang Tan dan Madre, Madre yang mempertemukan Tan, Pak Hadi dan Mei. Madre merupakan adonan biang, hasil perkawinan antara air, tepung, dan fungi bernama Saccharomyses exiguus yang diolah oleh Lakshmi, neneknya Tan. Madre itulah yang diwariskan kepada Tan yang selama ini dijaga oleh Pak Hadi (Didi Petet). Melalui Madre, Tan berhasil menemukan rumah tempat dia dibutuhkan, keluarga baru, dan peri yang senantiasa berdiri di sebelah Tan dan keluarga barunya.

Ada beberapa perbedaan antara film dan cerita yang ada di buku Dee, seperti pada film dikisahkan kalo Mei punya calon suami yang juga jadi pemegang saham di fairy bread. Nyebelin juga sih calonnya ini. Penambahan Konflk ini agak mengganggu, lebih baik kalau konfliknya dibuat pada proses perkembangan  pembuatan roti oleh Gadis-gadis 80'an, but anyway, saya suka sekali sama cerita dasarnya, selama perbedaan itu nggak mengubah substansi cerita, (misal: Tan dan Mei Kawin lari, atau Tan de Bakker berubah menjadi warung nasi padang demi mengikuti perkembangan zaman) saya tetep suka.

Segitu aja ya reviewnya, kalau mau lebih jelasnya, Tonton kisahnya dan Baca filmnya.


Kamis, 14 Februari 2013

Ingatan.

Semakin lama, semakin menjauh dari kehidupan masa lalu yang didamba tapi sekaligus ingin untuk dapat dilupa. Secara kasat mata, semua nampak jauh. Namun, jika diselami lagi hanya ada selaput tipis yang membatasi.


Setiap ingatan yang ada, memang harusnya bukan untuk dilupa. seperti kata banyak orang orang yang memang bijak atau sekedar merasa bijak, bahwa pengalaman rasa dan laku pada masa lampau akan menjadi pelajaran bagi kita di masa mendatang. Tapi, apa daya, diri ini memang bukan orang bijak yang mampu berbuat sedemikan mudahnya untuk menjadikan segala sesuatu sebagai bahan pelajaran seperti halnya menghitung satu tambah satu menjadi dua.

Seandainya saja, diri mampu memilih ingatan mana saja yang dapat dilupa dan dijadikan pelajaran, tentu akan membuat semuanya menjadi lebih mudah. Tidak perlu ada perasaan ragu yang membebat.

Semakin berusaha untuk melepaskan ingatan yang mengerat, rasanya semakin susah untuk memisah. Akhirnya kuputuskan untuk menjadikannya warna tersendiri dalam hidup, hanya tambahan pengalaman pikir, rasa dan laku yang tak kunjung menemukan ujungnya.

(ditengah malam, ditemani kotak elektrik warna warni)